Top posting users this week
bharatayuda
 

Latest topics
» Ngobrol santai # 9
by bharatayuda Tue Nov 29, 2016 10:19 am

» Obat Aborsi Cytotec Murah cs 082242645439
by segershop Thu May 12, 2016 10:37 am

» Booster Oil Daun Bungkus Obat pembesar penis Pin 2b4ade41
by segershop Thu Jan 28, 2016 10:36 am

» Alida Candy Obat Perangsang bbm 2b4ade41
by segershop Tue Dec 01, 2015 10:17 am

» Daun Bungkus @ Obat Pembesar penis Pin 2b4ade41
by segershop Wed Oct 21, 2015 10:15 am

» Kenalan YUK!#2
by hend21 Mon Aug 10, 2015 2:40 pm

» source inject telkomsel 2015 work sulawesi
by agus peace Fri Jul 31, 2015 10:23 pm

» Mempercepat Koneksi Internet
by rebels Thu Jul 16, 2015 9:11 pm

» NEW INJECT THREE ALL IPC
by rebels Thu Jul 16, 2015 9:11 pm

» salam kenal
by rebels Thu Jul 16, 2015 9:11 pm

» #ask andromax c3
by rebels Thu Jul 16, 2015 9:10 pm

» Kode Rahasia pada 0S Android..
by rebels Thu Jul 16, 2015 9:10 pm

» Cara mendapatkan kuota XL
by rebels Thu Jul 16, 2015 9:08 pm

» Kupas Tuntas SSH Tunneling
by m4xx3l Tue Jun 09, 2015 9:20 am

» Jual Alat Bantu Sex *Pria* Maupun *Wanita* Terlengkap PIN BB 2B4ADE41
by segershop Tue Mar 17, 2015 7:06 am

PTM
free counters

Ketika Jendela Hati Menembus Dinding Tembok

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

Ketika Jendela Hati Menembus Dinding Tembok

Post by 999 on Sun Jun 17, 2012 8:30 am

Dua orang pria, keduanya menderita sakit keras, sedang dirawat di sebuah kamar rumah sakit. Seorang diantaranya menderita suatu penyakit yang mengharuskannya duduk di tempat tidur selama satu jam di setiap sore untuk mengosongkan cairan dari paru-parunya. Kebetulan, tempat tidurnya berada tepat di sisi jendela satu-satunya yang ada di kamar itu. Sedangkan pria yang lain harus berbaring lurus di atas punggungnya.

Setiap hari mereka saling bercakap-cakap selama berjam-jam. Mereka membicarakan istri dan keluarga, rumah, pekerjaan, keterlibatan mereka di ketentaraan, dan tempat-tempat yang pernah mereka kunjungi selama liburan.

Setiap sore, ketika pria yang tempat tidurnya berada dekat jendela di perbolehkan untuk duduk, ia menceritakan tentang apa yang terlihat di luar jendela kepada rekan sekamarnya. Selama satu jam itulah, pria ke dua merasa begitu senang dan bergairah membayangkan betapa luas dan indahnya semua kegiatan dan warna-warna indah yang ada di luar sana.

"Di luar jendela, tampak sebuah taman dengan kolam yang indah. Itik dan angsa berenang-renang cantik, sedangkan anak-anak bermain dengan perahu-perahu mainan. Beberapa pasangan berjalan bergandengan di tengah taman yang dipenuhi dengan berbagai macam bunga berwarnakan pelangi. Sebuah pohon tua besar menghiasi taman itu. Jauh di atas sana terlihat kaki langit kota yang mempesona. Suatu senja yang indah."
Pria pertama itu menceritakan keadaan di luar jendela dengan detil, sedangkan pria yang lain berbaring memejamkan mata membayangkan semua keindahan pemandangan itu. Perasaannya menjadi lebih tenang, dalam menjalani kesehariannya di rumah sakit itu.

Semangat hidupnya menjadi lebih kuat, percaya dirinya bertambah. Pada suatu sore yang lain, pria yang duduk di dekat jendela menceritakan tentang parade karnaval yang sedang melintas. Meski pria yang ke dua tidak dapat mendengar suara parade itu, namun ia dapat melihatnya melalui pandangan mata pria yang pertama yang menggambarkan semua itu dengan kata-kata yang indah.

Begitulah seterusnya, dari hari ke hari. Dan, satu minggu pun berlalu. Suatu pagi, perawat datang membawa sebaskom air hangat untuk mandi. Ia mendapati ternyata pria yang berbaring di dekat jendela itu telah meninggal dunia dengan tenang dalam tidurnya. Perawat itu menjadi sedih lalu memanggil perawat lain untuk memindahkannya ke ruang jenazah. Kemudian pria yang kedua ini meminta pada perawat agar ia bisa dipindahkan ke tempat tidur di dekat jendela itu. Perawat itu menuruti kemauannya dengan senang hati dan mempersiapkan segala sesuatunya. Ketika semuanya selesai, ia meninggalkan pria tadi seorang diri dalam kamar.

Dengan perlahan dan kesakitan, pria ini memaksakan dirinya untuk bangun. Ia ingin sekali melihat keindahan dunia luar melalui jendela itu. Betapa senangnya, akhirnya ia bisa melihat sendiri dan menikmati semua keindahan itu.
Hatinya tegang, perlahan ia menjengukkan kepalanya ke jendela di samping tempat tidurnya.
Apa yang dilihatnya? Ternyata, jendela itu menghadap ke sebuah TEMBOK KOSONG!!

Ia berseru memanggil perawat dan menanyakan apa yang membuat teman pria yang sudah wafat tadi bercerita seolah-olah melihat semua pemandangan yang luar biasa indah di balik jendela itu. Perawat itu menjawab bahwa sesungguhnya pria tadi adalah seorang yang buta bahkan tidak bisa melihat tembok sekalipun.

"Barangkali ia ingin memberimu semangat hidup," kata perawat itu.

********************************************************************************
My Radio

999
Phreaker
Phreaker

Posting : 219
Join date : 18.05.12

Kembali Ke Atas Go down

Re: Ketika Jendela Hati Menembus Dinding Tembok

Post by JIN on Sun Jun 17, 2012 9:40 am

begitulah hidup.....
kadang yg nampak dipelupuk mata tidak seperi yg kita inginkan he
berbahagialah orang yg dah merasa cukup dengan yg dia miliki... cekikikan

JIN
super moderator
super moderator

Posting : 2584
Join date : 07.06.11
Age : 43
Lokasi : Jawa Timur

Kembali Ke Atas Go down

Re: Ketika Jendela Hati Menembus Dinding Tembok

Post by Abid on Sun Jun 17, 2012 10:17 am

JIN wrote:begitulah hidup.....
kadang yg nampak dipelupuk mata tidak seperi yg kita inginkan he
berbahagialah orang yg dah merasa cukup dengan yg dia miliki... cekikikan
amin.....
trenyuh aku kang..... bisik

Abid
Moderator
Moderator

Posting : 2143
Join date : 25.05.11

Kembali Ke Atas Go down

Re: Ketika Jendela Hati Menembus Dinding Tembok

Post by Sponsored content Today at 1:03 am


Sponsored content


Kembali Ke Atas Go down

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas


 
Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik